Jumat, 29 Oktober 2010

INFRASTRUKTUR DRAINASE PERLU PENANGANAN SERIUS RUSTAM : MASIH BANYAK YANG HARUS DI BANGUN


Tenggarong, Mediator Borneo
Selama ini kita salah menilai, kalau pembangunan terkonsentrasi di kota raja tenggarong. Tetapi sebenarnya meskipun wilayah kelurahan berada di kota tidak serta merta mendapat porsi pembangunan lebih dengan asumsi nilai anggaran besar.
Seperti halnya kampung melayu, meski letaknya berada di jantung kota masih jauh dari pembangunan yang lebih layak, disana –sini masih perlu pembenahan infrastruktur agar lebih memadai.
“ Mengingat Kelurahan Melayu di tengah kota lebih tepatnya wilayah yang memiliki sentra ekonomi dan nilai pertukaran uang yang tinggi yaitu keberadaan pasar yang terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Justru banyak menuai persoalan klasik, sebuah emosional, dari keamanan, kekerasan, hingga ke egoisan yang memecah ketentraman. Namun hal tersebut dapat diatasi oleh pihak keamanan dalam hal ini Polres Kukar.” Beber H Rustam Effendie S Sos S PD MM lurah Melayu.
Dikatakan Rustam Effendie lurah Melayu, Pembangunan kelurahan Melayu tergantung dari tiga sumber dana, pertama dari Pagu ( Pengunaan Anggran/APBD ), kedua Proyek pembangunan yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum, ketiga pemerintah baik itu pemerintah kabupaten/propinsi maupun pusat.
“ Di Kelurahan Melayu tidak mengenal ADD ( Anggaran Dana Desa), yang ada adalah alokasi anggaran APBD yang berikan pemerintah. Tidak ada proposal baik itu dari RT ( Rukun Tentangga) maupun RW ( Rukun Warga ) yang ingin membangun kemudian mengusulkan melalui kelurahan. Yang terjadi Anggaran di tentukan oleh Pemerintah.” UJar Rustam Effendie.
Ditambahkan H Rustam Effendie S Sos S PD MM lurah Melayu, ada wacana merenovasi/merehab kantor dana yang di perlukan sebesar 300 juta, hal ini mengingat selama sepuluh tahun terahir belum pernah pemugaran/pemeliharaan kantor. Karena sejak tahun terahir 2009 sebelum adanya SKPD kelurahan hanya menerima dana 15 juta per tahun.
Sementara itu untuk pembagian beras rakin di kelurahan melayu berjalan aman dan lancar. Untuk pembagian beras rakin berdasarkan data dari BPS ( Badan Pusat Statistik). Sedangkan adanya intruksi Bupati yang menghimbau kepada seluruh jajaran dan masyarakat Kukar agar pada hari jum;at mewajibkan mengunakan bahasa daerah dan mengunakan baju adat Kutai. Lurah melayu sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk pelestarian budaya dan adat Kutai yang dinilainya mulai luntur, pihaknya mendukung siap mensukseskannya.
H Rustam Effendie S Sos S PD MM lurah Melayu berharap Hj Rita Widyasari S Sos MM yang sangat peduli dengan perekonomian dan kesejahteraan rakyat agar dapat meningkatkan Pagu Anggaran kelurahan melayu, sehingga ada peningkatan Infrastruktur dan perekonomian baik usaha berkembang hingga menengah kebawah selain itu nantinya untuk perbaikan akses jalan misalnya di Jalan Gunung Sentuh, Jalan Ruan, jalan Gunung Lipan yang kondisinya sangat memprihatinkan selama beberapa tahun ini.
“ Saat ini kondisi ketiga jalan tersebut telah menjadi kumbangan air/lumpur yang menganga yang membahayakan pengendara baik roda empat lebih-lebih roda dua. Sudah banyak korban yang telah berjatuhan, secepatnya harus di tangani. Selain itu Parit-parit/Drainase di beberapa lokasi termasuk yang paling dekat dengan kantor lurah masih ada yang belum dibangun. Ini penting untuk menghidari dampak banjir yang lebih luas lagi.” Tandas Rustam Effendie.[]

Minggu, 17 Oktober 2010

Perjalanan Karier H Syahlie. ZA, SE, MM

Dari Pegawai Biasa di desa Kembang Janggut hingga Mejadi kepala Bagian Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara


Tenggarong, Mediator Borneo
Siapa yang tidak mengenal sosok H Syahlie di jajaran sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, semua mengenal hingga Satpol PP.
Semenjak awal tahun 2006 ia menempati posisi jabatan strategis di secretariat dewan selama dua kali hingga kini. Dari Kepala Bagian Keuangan selama 3 tahun, Kepala Bagian Tata Usaha selama 1,5 tahun dan sekarang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum.
Karier pekerjaan H Syahlie tidak mudah selama ini ia telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 30 Tahun, kariernya di mulai dari pegawai biasa di Kecamatan Kembang Janggut selam 11 tahun, Dinas Kesehatan Kukar, Rumah Sakit Umum Parikesit tenggarong sebagai kepala bagian keuangan selama 13 tahun, Dinas Pendapatan Daerah Kepala Sub Bidang Pengendali keuangan Daerah selama 7 tahun ( 1999-2006), kemudian dipindahkan ke sekretariatan dewan Perwakilan Rakyat daerah Kukar hingga kini.
Jabatan Baru H Syahlie sebagai Kepala Bagian Umum secretariat Dewan adalah wajar dengan pengalaman yang selama 30 tahun ia dapatkan. Sosok H Syahlie tidak berlebihan, keterbukaan serta memiliki loyalitas yang tinggi. Berbicara soal tamu, ia selalu menerima tamu siapa saja yang datang tanpa memandang bulu rakyat kecil maupun pejabat, semua di terima dengan tangan terbukan dan penuh dengan keramahan yang menyejukan.
Selama memimpin di Tata Usaha ia selalu menjalankan perkerjaan dengan baik dan lancar, bila ada sesuatu kendala selalu dapat di selesaikan dengan kemurahan hati dan ketulusannya. Maka pantaslah jika H Syahlie yang saat ini golongan Pembina menempati posisi sebagai Kepala bagian Umum Sekretariatan Dewan
Tupoksi ( Tugas Pokok dan Fungsi) dari Kepala Bagian Umum antara lain adalah membawahi perlengkapan, Rumah Tangga, dan Analisis kebutuhan sekretariatan dewan.
“ Insya Allah tupoksi tersebut atau amanah yang telah diberikan dapat saya jalankan dengan baik dan lancar. Do’akan saya. Yang terpenting bagi saya adalah berusaha semapu saya untuk tetap melayani masyarakat seperti raja dan dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.” Ujar H Syahlie.[]