
Tenggarong, Mediator Borneo
Seperti halnya kampung melayu, meski letaknya berada di jantung kota masih jauh dari pembangunan yang lebih layak, disana –sini masih perlu pembenahan infrastruktur agar lebih memadai.
“ Mengingat Kelurahan Melayu di tengah kota lebih tepatnya wilayah yang memiliki sentra ekonomi dan nilai pertukaran uang yang tinggi yaitu keberadaan pasar yang terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Justru banyak menuai persoalan klasik, sebuah emosional, dari keamanan, kekerasan, hingga ke egoisan yang memecah ketentraman. Namun hal tersebut dapat diatasi oleh pihak keamanan dalam hal ini Polres Kukar.” Beber H Rustam Effendie S Sos S PD MM lurah Melayu.
Dikatakan Rustam Effendie lurah Melayu, Pembangunan kelurahan Melayu tergantung dari tiga sumber dana, pertama dari Pagu ( Pengunaan Anggran/APBD ), kedua Proyek pembangunan yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum, ketiga pemerintah baik itu pemerintah kabupaten/propinsi maupun pusat.
“ Di Kelurahan Melayu tidak mengenal ADD ( Anggaran Dana Desa), yang ada adalah alokasi anggaran APBD yang berikan pemerintah. Tidak ada proposal baik itu dari RT ( Rukun Tentangga) maupun RW ( Rukun Warga ) yang ingin membangun kemudian mengusulkan melalui kelurahan. Yang terjadi Anggaran di tentukan oleh Pemerintah.” UJar Rustam Effendie.
Ditambahkan H Rustam Effendie S Sos S PD MM lurah Melayu, ada wacana merenovasi/merehab kantor dana yang di perlukan sebesar 300 juta, hal ini mengingat selama sepuluh tahun terahir belum pernah pemugaran/pemeliharaan kantor. Karena sejak tahun terahir 2009 sebelum adanya SKPD kelurahan hanya menerima dana 15 juta per tahun.
Sementara itu untuk pembagian beras rakin di kelurahan melayu berjalan aman dan lancar. Untuk pembagian beras rakin berdasarkan data dari BPS ( Badan Pusat Statistik). Sedangkan adanya intruksi Bupati yang menghimbau kepada seluruh jajaran dan masyarakat Kukar agar pada hari jum;at mewajibkan mengunakan bahasa daerah dan mengunakan baju adat Kutai. Lurah melayu sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk pelestarian budaya dan adat Kutai yang dinilainya mulai luntur, pihaknya mendukung siap mensukseskannya.
H Rustam Effendie S Sos S PD MM lurah Melayu berharap Hj Rita Widyasari S Sos MM yang sangat peduli dengan perekonomian dan kesejahteraan rakyat agar dapat meningkatkan Pagu Anggaran kelurahan melayu, sehingga ada peningkatan Infrastruktur dan perekonomian baik usaha berkembang hingga menengah kebawah selain itu nantinya untuk perbaikan akses jalan misalnya di Jalan Gunung Sentuh, Jalan Ruan, jalan Gunung Lipan yang kondisinya sangat memprihatinkan selama beberapa tahun ini.
“ Saat ini kondisi ketiga jalan tersebut telah menjadi kumbangan air/lumpur yang menganga yang membahayakan pengendara baik roda empat lebih-lebih roda dua. Sudah banyak korban yang telah berjatuhan, secepatnya harus di tangani. Selain itu Parit-parit/Drainase di beberapa lokasi termasuk yang paling dekat dengan kantor lurah masih ada yang belum dibangun. Ini penting untuk menghidari dampak banjir yang lebih luas lagi.” Tandas Rustam Effendie.[]


